WALHI Bali Desak Pemerintah Untuk Stop Proyek yang Merusak Subak dan Rakus Air

- 19 Mei 2024, 09:34 WIB
Potret Direktur WALHI Bali Made Krisna Dinata S.Pd
Potret Direktur WALHI Bali Made Krisna Dinata S.Pd /Istimewa

Bali.pikiran-rakyat.com - Menanggapi perhelatan konferensi Internasional World Water Forum 10 yang diadakan pada 18 hingga 25 Mei 2024 di Bali organisasi pemerhati lingkungan WALHI Bali memberikan tanggapan.

Made Krisna Dinata S.Pd selaku direktur WALHI Bali mengatakan jika di Bali banyak pembangunan infrastruktur yang mengdegradasi bahkan menghilangan Subak atau sistem irigasi tradisional air di Bali.

Pihaknya menyebutkan kebijakan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang terbentang dari Gilimanuk hingga Mengwi sepanjang 96,21 km akan menerabas 480,54 Hektar sawah produktif dan 98 wilayah Subak yang ada di sepanjang wilayah tersebut.

Baca Juga: Mengenal Oxford United Milik Erick Thohir, Harga Rp159 M, Ada Jebolan Chelsea, Diisi 10 Pemain Asing

Baca Juga: Tetap Eksis, Ini 5 Alasan Pantai Kuta Tetap Jadi Destinasi Wajib Banyak Traveler

Pembangunan pelabuhan terintegrasi Sangsit yang akan di bangun di Bali Utara juga akan menerabas sawah seluas 26.193 meter persegi yang tentu akan mengancam 4 subak yang berada pada wilayah tersebut.

Selanjutnya ada juga proyek Pusat Kebudayaan Bali di Bali Timur yang juga telah mengorbankan lahan persawahan hingga 9,38 hektar dan menyebabkan subak Gunaksa terdampak.

"Proyek-proyek tersebut justru mengancam Water Security and Prosperity (Keamanan dan kemakmuran air) yang tentunya akan berdampak pada peruntukan pertanian tanaman pangan hingga degradasi budaya dan hilangnya subak yang ada di tapak proyek tersebut" pungkasnya.

Baca Juga: Rizky Ridho, Asnawi hingga Egy Jadi Deretan Pemain yang Membuat Terkesan Pemain Eropa Ini, 'Kualitas Tinggi'

Halaman:

Editor: Pratama


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah